Langsung ke konten utama

Adab Bertetangga ala Rasulullah SAW



Assalamu'alaikum Wr. Wb



Siapakah tetangga itu? 
     Tetangga adalah orang yang tempat tinggalnya berada di sekitar rumah kita, tidaklah seseorang keluar dari rumah melainkan dia melewati rumah tetangganya. Tetangga juga adalah orang yang terdekat dalam kehidupan. Kenapa dikatakan dekat? Karena di saat kita membutuhkan bantuan baik moril maupun materiil, tetangga lah orang pertama yang kita ketuk pintunya untuk dimintai pertolongan. Misalnya saja, saat rumah kita kebakaran, maka orang yang membantu memadamkan api dan menyelamatkan kita adalah tetangga bukan kerabat kita yang tempat tinggalnya jauh dari rumah kita. Bahkan di saat kita meninggal bukan kerabat jauh yang diharapkan mengurus dirinya, tetapi tetangga lah yang dengan tulus bersegera menyelenggarakan pengurusan jenazahkita. 

       Nah, begitu mulia dan besar kedudukan tetangga, sehingga Allah SWT memasukkannya di dalam 10 hak yang harus dipenuhi oleh seorang hamba sebagaimana firman-Nya (artinya): 

Beribadahlah hanya kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat, tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.” (An-Nisa`: 36) 

     Dari firman Allah tersebut, Allah memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada tetangga, agar jangan sampai hubungan kita dengan tetangga retak bahkan sampai bermusuhan. Karena sesungguhnya jeleknya hubungan bertetangga merupakan salah satu tanda dekatnya hari kiamat sebagaimana sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, 

Tidak akan tegak hari kiamat hingga tampak perzinaan, perbuatan-perbuatan keji, pemutusan silaturahmi, dan jeleknya hubungan bertetangga.”(HR. Ahmad, al-Hakim, dari sahabat ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu). 

       Untuk mejaga keharmonisan hubungan antar tetangga yaitu dengan mengikuti adab atau aturan bertetangga yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW. Diantara adab bertetangga yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, antara lain: 

Tidak Mengganggunya (tetangga).

      Dalam keseharian, kerap kali tanpa kita sadari kita telah mengganggu tetangga kita baik lewat perkataan maupun perbuatan. Contohnya saja seperti membuang sampah di sekitar pintu tetangga, mempersempit pintu masuknya, memperdengarkan kepada tetangga suara yang mengganggu, seperti radio, televisi, atau suara lain yang mengganggu atau perbuatan semisalnya yang merugikan tetangga. Atau dalam bentuk perkataan, sering kali kita teriak-teriak dihadapannya dan saat kita sedang berda di warung atau kedai nah sering kali kita sering bergosip dan menyinggung perasaan tetangga kita. 

Padahal Rasulullah SAW bersabda: 

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah dia mengganggu tetangganya.”(HR. al-Bukhari dan Muslim, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu) 

Suatu hari disampaikan kepada Rasulullah SAW seorang wanita yang dia sering berpuasa, bersedekah, banyak beribadah, shalat malam dan berbagai kebaikan yang lain, akan tetapi Rasulullah SAW mengatakan, “Dia di neraka,” karena tetangganya tidak selamat dari gangguan lisannya. (HR. Ahmad dalam al-Musnad 2/440, al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 119) 

Nah, dari kisah dan hadist di atas Rasulullah melarang kita untuk mengganggu tetangga. Mulai dari sekarang janganlah lagi kita mengganggu tetangga dan saling bermaafanlah jika dulunya kita pernah mengganggunya. 

Saling Berbagi dengan Tetangga

Rasulullah SAW bersabda:

Saling menghadiahilah kalian niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 594, dihasankan oleh al-Imam al-Albani rahimahullah dalam Irwa`ul Ghalil no. 1601, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

    Bermurah hati dengan berbagi kepada tetangga, mengajarkan kita untuk tidak pelit dengan tetangga. Dengan saling berbagi maka akan tercipta rasa kasih sayang diantara sesama, kita dapat berbagi apa saja dengan tetangga, seperti berbagi kebaikan, berbagi kenikmatan, berbagi kebahagiaan dan lainnya asal jangan berbagi suami. (:))

  Contohnya saja, berbagi kebaikan seperti mudah dalam memberikan bantuan, menjenguknya di kala sakit, mengucapkan selamat jika ia bahagia menasehatinya bila melakukan kesalahan dan menghiburnya bila dalam kesusahan, serta tidak menyebarkan rahasianya kepada orang lain.

    Berbagi kenikmatan dan kebahagiaan seperti memberikan makanan, hal ini sesuai dengan hadist yang diriwayatkan oleh Muslim dimana Rasulullah berkata kepada Abu Dzar,

Wahai Abu Dzar, jika engkau memasak sayur maka perbanyaklah airnya dan bagikanlah kepada tetanggamu.”

     Walaupun hanya kuah sayur Rasulullah memerintahkan kita untuk tetap saling berbagi kepada tetangga. Misalnya juga, saat kita baru pulang dari luar kota dan membaa banyak oleh-oleh, maka bagikanlah oleh-oleh tersebut kepada tetangga agar tetangga juga dapat merasakan kebahagian yang sama. 

     Nah, begitulah islam mengatur bagaimana kita bersikap terhadap tetangga. Jika kita mengikuti adab-adab tersebut maka Insyaallah akan terjalin hubungan yang harmonis dengan tetangga, dan tentunya jika kita ikhlas melakukannya maka akan dinilai sebagai ibadah di hadapan Allah SWT.

Semoga bermanfaat dan kita dapat mengaplikasikannya, akhir kalam, Wassalamu'alaikum Wr. Wb. 

Komentar

  1. Harrah's Cherokee Casino Resort - JT Hub
    Come out 충청남도 출장샵 and play at Harrah's Cherokee Casino Resort, 의정부 출장샵 where fun and 부산광역 출장샵 excitement 1xbet app is always something new and 광명 출장마사지 exciting, then join us today!

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

New Normal ala Muslim?

Dihadapkan dengan situasi pandemik yang tak kunjung usai, maka pemerintah mengeluarkan tatanan hidup baru atau disebut dengan New Normal.  Kunci dari suksesnya program ini tidaklah lepas dari kedisiplinan, islam adalah agama yang mengajarkan kedisiplinan dari awal kehidupan seseorang. Berikut tatanan  new normal  yang disandingkan dengan hidup sebagai muslim sejati. Pertama , Tidak hanya rajin mencuci tangan tapi senantiasa rajin berdzikir untuk selalu mengingat Allah SWT. Kedua , Tidak hanya jaga jarak dengan sesama manusia tapi senantiasa jaga jarak dari maksiat dan hal-hal yang dibenci oleh Allah SWT. Ketiga , Tidak hanya tingkatkan imun tapi senantiasa tingkatkan iman  agar selalu dijaga dan diperhatikan oleh Allah SWT. Keempat , Tidak hanya selalu gunakan masker saat keluar rumah tapi senantiasa gunakan pakaian yang menutup aurat. Kelima , Tidak hanya mentaati protokol kesehatan tapi senantiasa mentaati syariat dari Allah SWT. Bagi ...

Do'a Rabithah-Persatuan

Allahumma innaka ta'lamu anna hadzihil qulub, qadijtama-at 'alaa mahabbatik, wal taqat 'alaa tha'atik, wa tawahhadat 'alaa da'watik, wa ta ahadat ala nashrati syari'atik. Fa watsiqillahumma rabithataha, wa adim wuddaha, wahdiha subuulaha, wamla'ha binuurikal ladzi laa yakhbu, wasy-syrah shuduroha bi faidil imaanibik, wa jami' lit-tawakkuli 'alaik, wa ahyiha bi ma'rifatik, wa amitha 'alaa syahaadati fii sabiilik... Innaka ni'mal maula wa ni'man nashiir. Artinya : Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa sesungguhnya hati-hati kami ini, telah berkumpul karena cinta-Mu, dan berjumpa dalam ketaatan pada-Mu, dan bersatu dalam dakwah-Mu, dan berpadu dalam membela syariat-Mu. Maka ya Allah, kuatkanlah ikatannya, dan kekalkanlah cintanya, dan tunjukkanlah jalannya, dan penuhilah ia dengan cahaya yang tiada redup, dan lapangkanlah dada-dada dengan iman yang berlimpah kepada-Mu, dan indahnya takwa kepada-Mu, dan hidupkan ia dengan ma...

Dahsyatnya Proses Sakaratul Maut

"Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri”. (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan). Datangnya Kematian Menurut Al Qur’an : Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri m anusia walaupun kita berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian Katakanlah: “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (QS Ali Imran, 3:154) Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini Di mana saja kamu berada, kematia...