Langsung ke konten utama

4 (Empat) Hakikat Malu

عبد اللَّه بن مسعود – رضي الله عنه – قال : قال رسولُ اللَّه -صلى الله عليه وسلم-: اسْتحْيُوا مَنَ اللَّهِ حَقَّ الْحَياءِ ، قُلنا : إنَّا لَنسْتَحييي من اللَّه يا رسولَ اللَّه ، والحمدُ للَّه ، قال : لَيس ذَلِكَ ، ولكنَّ الاسْتِحياءَ مِنَ اللَّهِ حَقَّ الْحَياءِ : أنْ تَحْفَظ الرَّأْسَ ومَا وَعى ، والْبَطْنَ ومَا حَوى ، وتذْكْرَ المَوتَ والبلى ، وَمنْ أرادَ الآخِرَةَ تَرَك زِينَةَ الدُّنيا ، وآثَرَ الآخِرَةَ عَلى الأُولى ، فَمنْ فَعلَ ذِلكَ فَقَدِ اسْتَحْي من اللَّه حقَّ الحياءِ». أخرجه الترمذي.

Terjemah Hadits: Dari Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah SAW bersabda: “Malulah kamu kepada Allah dengan malu yang sebenarnya”. Kami menjawab: “Sesungguhnya kami malu kepada Allah wahai Rasulullah, alhamdulillah”.

Rasulullah SAW berkata: “Bukan itu, akan tetapi malu kepada Allah yang sebenarnya, (yaitu):

1. Engkau jaga kepala dan apa yang ia perhatikan,
2. Perut dan apa yang ia isi,
3. Engkau ingat kematian dan berbagai malapetakanya,
4. Siapa yang menginginkan akhirat maka ia tinggalkan perhiasan dunia, lebih mendahulukan akhirat daripada dunia.

Siapa yang melakukan itu, maka sungguh ia telah malu kepada Allah dengan malu yang sebenarnya”. (Sunan At-Tirmidzi)

Hadits diatas telah di-syarah oleh Ustadz Abdul Somad, Lc. MA pada kajian hadits di Masjid Akramunnaas Pekanbaru, Riau pada Sabtu, 07 Juli 2012 selepas sholat Subuh.







Download mp3 kajiannya pada link berikut:

http://www.tafaqquhstreaming.com/?p=870

Semoga bermanfaat, barakallahu fikum.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Do'a Rabithah-Persatuan

Allahumma innaka ta'lamu anna hadzihil qulub, qadijtama-at 'alaa mahabbatik, wal taqat 'alaa tha'atik, wa tawahhadat 'alaa da'watik, wa ta ahadat ala nashrati syari'atik. Fa watsiqillahumma rabithataha, wa adim wuddaha, wahdiha subuulaha, wamla'ha binuurikal ladzi laa yakhbu, wasy-syrah shuduroha bi faidil imaanibik, wa jami' lit-tawakkuli 'alaik, wa ahyiha bi ma'rifatik, wa amitha 'alaa syahaadati fii sabiilik... Innaka ni'mal maula wa ni'man nashiir. Artinya : Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa sesungguhnya hati-hati kami ini, telah berkumpul karena cinta-Mu, dan berjumpa dalam ketaatan pada-Mu, dan bersatu dalam dakwah-Mu, dan berpadu dalam membela syariat-Mu. Maka ya Allah, kuatkanlah ikatannya, dan kekalkanlah cintanya, dan tunjukkanlah jalannya, dan penuhilah ia dengan cahaya yang tiada redup, dan lapangkanlah dada-dada dengan iman yang berlimpah kepada-Mu, dan indahnya takwa kepada-Mu, dan hidupkan ia dengan ma...

Tingkatan Orang Berpuasa

1. Puasa Orang Awam Puasanya orang yang menahan hawa nafsu dari makan dan kemaluannya. Namun segala sikap, perkataan dan gerak geri yang dilakukannya selama berpuasa masih belum dipuasakannya. Tidak heran, di puasa masih sering terjadi perbuatan-perbuatan yang kurang terpuji, seperti mengunjing orang lain, berkata bohong, korupsi, dan yang lain. ﻋﻦ ﺍﺑﻰ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ : ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻟﻠﺼﺎﺋﻢ ﻓﺮﺣﺘﺎﻥ ﻳﻔﺮﺣﻬﻤﺎ ﺍﺫﺍﺍﻓﻄﺮ ﻓﺮﺡ ﻭﺍﺫﺍ ﻟﻘﻲ ﺭﺑﻪ ﻓﺮﺡ ﺑﺼﻮﻣﻪ  "Dari Abu Hurairah radiyallahu 'anhu : Rosulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda : Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan : Jika berbuka akan gembira, dan jika bertemu tuhannya ia akan senang dengan ganjaran puasanya." (HR BUKHARI)  2. Puasa Orang Khawash (istimewa)  Puasanya orang-orang shalih yang menahan semua dirinya dari perbuatan dosa dan menjalankan amal ibadah shalih. Biasanya puasanya ini adalah puasanya orang yang matang ilmunya dalam islam.  ﻋﻦ ﺍﺑﻰ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺍﻥ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠ...

Key of Happines (Kunci Kebahagiaan)

Menurut Saydina Ali bin Abi Thalib RA ... * Jangan membenci siapapun, walau ada yang menyalahi hakmu. * Jangan pernah bersedih secara berlebihan, sekalipun problem memuncak. * Hiduplah dalam kesederhanaan sekalipun serba ada. * Berbuatlah kebaikan sekalipun banyak musibah. * Perbanyaklah memberi walaupun anda sedang susah. * Tersenyumlah walaupun hatimu sedang menangis. * Jangan memutus doa untuk saudara mukmin. Adakah dari point-point di atas yang sudah kita lakukan? Yuk sama-sama benahi diri kawaan.. :)